Sejarah Penemuan Piano

Piano merupakan alat musik yang sangat khas dengan suaranya yang klasik, piano akan membuat hidup dan mengiringi penyanyi tanpa adanya bantuan atau iringan dari alat musik lainnya. Namun, Piano pertama kali telahir di dunia dipajang di Metropolitan Museum of Art, tepatnya di New York.  Piano ditemukan berdasarkan penemuan dari teknologi yang telah dikembangkan dari alat musik kecapi. Nah, perbedaannya dengan gitar adalah dimainkannya dengan dipetik, sedangkan piano ditekan tutsnya.

Asal usul kata piano ini sebenarnya adalah pianoforte, yang berasal dari bahasa Italia. Namun, siapakah penemu alat musik tersebut ? yaitu Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an yang menemukan piano ini pertama kali. Piano yang ia ciptakan suaranya tidak sekeras sekarang, karena pada tegangan tuts piano pada saat itu masih sangat lemah. Ide pada awal penemuan Piano ini mungkin seorang Bartolomeo Cristofori yang sudah bosan dan capek membunyikan dengan memetik sebuah kecapi dan beliau memikirkan membunyikan kecapi tersebut dengan ditekan tutsnya, tanpa perlu tenaga yang ekstra. Piano sendiri lahir dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada Clavichord dengan kekuatan harpsichord. Hasrat itu mendorong Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717), dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, untuk membuat piano. Namun, hasil utuh dan lengkap cuma ditunjukkan Bartolomeo Christofori. Dari piano ciptaan pemelihara harpsichord dan spinet (harpsichord kecil) di Istana Florentine – kediaman Pangeran Ferdinand de’Medici – inilah piano modern berakar.

Bartolomeo-Cristofori-650x325

Pada pertengahan abad XVII piano dibuat dengan beberapa bentuk. Awalnya, ada yang dibuat mirip desain harpsichord, dengan dawai menjulang. Piano menjadi lebih rendah setelah John Isaac Hawkins memodifikasi letaknya menjadi sejajar lantai. Lalu, dengan munculnya tuntutan instrumen musik lebih ringan, tidak mahal, dan dengan sentuhan lebih ringan, para pembuat piano Jerman menjawabnya dengan piano persegi. Sampai 1860 piano persegi ini mendominasi penggunaan piano di rumah. Rangka untuk senar piano pertama menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senar. Akibatnya, ketika pada abad XIX dibangun gedung-gedung konser berukuran besar, suara piano tadi kurang memadai. Maka, mulailah dibuat piano dengan rangka besi. Sekitar tahun 1800 Joseph Smith dari Inggris membuat suatu piano dengan rangka logam seluruhnya. Piano hasil inovasinya mampu menahan tegangan senar sangat kuat, sehingga suara yang dihasilkan pun lebih keras. Sekitar 1820, banyak pembuat menggunakan potongan logam untuk bagian piano lainnya. Pada 1822, Erard bersaudara mematenkan double escapement action, yang merupakan temuan tersohor dari yang pernah ada berkaitan dengan cara kerja piano.

piano-1

Dalam perkembangannya, sebelum memiliki 88 tuts seperti sekarang, piano memiliki lima oktaf dan 62 tuts. Ia juga dilengkapi dengan pedal yang digerakkan dengan lutut. Namun, kemudian pedal kaki yang diperkenalkan di Inggris menjadi populer hingga sekarang. Sejumlah pengembangan berlanjut pada abad XIX dan XX. Tegangan senar, yang semula ditetapkan 16 ton pada tahun 1862, bertambah menjadi 30 ton pada piano modern. Hasilnya adalah sebuah piano dengan kemampuan menghasilkan nada yang tidak pernah dibayangkan Frederic Chopin, Ludwig van Beethoven, dan bahkan Franz Liszt.

Loading Facebook Comments ...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *