Biografi Loekman Peterpan (Loekman Noah)

Loekman gitaris dari band Peterpan yang sekarang berganti nama Noah yang terlahir dengan nama lengkap Loekman Hakim lahir di Cianjur, Jawa Barat pada tanggal 30 Desember tahun 1975. Ayahnya adalah seorang guru di SMP 5 Bandung dan Loekman adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara. Loekman mengenal dan belajar bermain gitar secara otodidak dan pengetahuannya tentang gitar juga didapatnya dari tempat nongkrong di lingkungan tempat ia tinggal di Antapani Bandung. Loekman untuk pertama kalinya bergabung dalam sebuah band saat ia masih duduk di SMP, dan ia pun keasyikan nge-band dan membuatnya sempat tidak naik ke kelas dua SMP.

lukman2

Loekman telah merasakan dari pengalaman yang religius sejak dalam masa tahun kedua masa liburan yang panjang mereka karena kasus yang menimpa Ariel sang vokalis. Suatu hari ketika ia mengunjungi Abel salah satu teman ngeband-nya yang dulu. Abel juga sudah bolak-balik mengajak Loekman untuk ke sebuah pengajian, tetapi Loekman selalu beralasan agar tidak hadir. Bertepatan pada hari itu, Loekman tidak bisa lagi berkelit pada saat berkunjung ke rumah Abel, dan ternyata hari itulah adalah hari yang sama dengan hari yang sudah pernah dijanjikannya kepada Abel seminggu yang lalu untuk menghadiri sebuah pengajian bersama Abel. Pada saat mengikuti sebuah pengajian dari Jamaah Tabligh, Loekman pun langsung jatuh cinta pada ajaran yang ia dapat di pengajian tersebut. Loekman telah menemukan indahnya dalam menjalani apa yang digariskan dalam Al Quran dan Hadits karena pentingnya berpasrah kepada Sang Pencipta dan selalu hidup di lingkungan yang bernuansa islami. Perubahan yang dirasakan oleh Loekman dari segi keimanan ini sangat bermanfaat baginya dan tidak membuatnya meninggalkan profesinya sebagai musisi tanah air. Keyakinannya inilah yang menggiring Loekman untuk terus memperbaiki instrument gitar dan membuatnya lebih berbobot untuk sebuah tujuan baru yaitu perubahan hidup. Keindahan dari pengalaman religius yang dialami oleh Loekman kemudian ditularkannya dengan mengajak temannya Reza untuk mengikuti pengajian di kelompok tersebut.

lukman1

Dari perjalanan hidup Loekman mulai berubah dengan kehadiran seorang tetangga baru yang menjadikan rumah pribadinya sebagai studio musik. Loekman pun menjadi penonton setia saat teman-teman tetangga barunya itu berlatih bermain musik di studio tersebut. Hingga akhirnya salah satu personel band tersebut mengetahui bahwa Loekman itu juga bisa memainkan gitar, dan mengajak Loekman untuk ikut bergabung sebagai gitaris kedua. Loekman pun menjalani sebuah tes yang diminta oleh personel band tersebut, walaupun ia sempat ragu di awalnya. Lalu akhirnya resmi bergabung dengan Laras saat ia masih duduk di kelas 1 SMA. Laras juga sering membawakan lagu-lagu milik dari band terkenal di dunia seperti Scorpions, Bon Jovi, dan juga band lama lainnya. Tentu saja semua itu tuntutan untuk memperdengarkan nada yang mungkin mirip dengan band aslinya dan membuat Loekman harus bekerja keras untuk mempelajari banyak lagu lama. Apalagi kebanyakan dari lagu tersebut mengharuskan Loekman tampil dan membawakan sebuah intro. Tuntutan ini juga mempengaruhi gaya penampilan Loekman saat ia di atas panggung. Pada saat ia berkonsentrasi agar dapat menghasilkan nada yang pas, Loekman pun akhirnya hanya berdiri diam saja di salah satu sisi panggung sambil memainkan gitarnya. Gaya tersebut terbawa hingga sekarang.

lukman3

Honor pertama yang di dapatnya untuk nge-band yang diterima Loekman bersama Laras. Nominalnya tidak sebanding hanya 50.000 rupiah saja sekali main. Akan tetapi itu tidak akan menjadi masalah buat Loekman karena sudah manggung saja ia senang sekali pada saat itu. Belum ada pikirannya untuk membeli gitar dan perangkat pendukungnya karena Laras sudah meminjamkan gitar dan efeknya untuk Loekman. Pada tahun 1990, Loekman berhenti dari band  Laras karena jenuh untuk memainkan lagu yang itu-itu saja berulang-ulang. Loekman untuk pertama kali mendengar suara Ariel saat ia nongkrong bareng di rumah temannya di dekat SMA 23 Bandung. Kebetulan saat itu rumahnya dijadikan warung makan oleh pemiliknya dan anak-anak dari SMA 23 sering menghabiskan waktu di warung tersebut. Saat itu Ariel menyanyikan sebuah lagu yang berjudul ‘Say You Love Me’ dari Simply Red dengan sangat baik. Loekman pun yang mendengarkannya langsung tertarik untuk mengenal si penyanyi tersebut. Akhirnya lewat dari adiknya yang sudah berteman baik dengan anak-anak SMA 23, Loekman pun berkenalan dengan Ariel. Loekman berkenalan dengan Ariel sejak Ariel masih duduk di kelas 2 SMA, sedangkan Loekman pada saat itu sudah tidak bersekolah lagi. Loekman pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke universitas setelah lulus SMA karena ia  berkeinginan untuk menjadi musisi berbekal dalam pengetahuan dan penguasaannya pada instrument gitar.

 

Loading Facebook Comments ...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *